Google

Oleh karena merasa kasihan, perempuan tua itu mengizinkan Ambun untuk tinggal bersamanya. Setiap hari Ambun membantunya untuk mencari kayu bakar. Si Nenek pun sangat menyayangi Ambun seperti cucunya sendiri.

CERITA PENDEK dan DONGENG_(majalah BOBO) | Joaquina

Malam harinya, kedua kakak-beradik itu menyampaikan niat mereka kepada sang Ibu. Mendengar hal itu, sang Ibu hanya terdiam. Ia bingung bagaimana menyikapi keinginan kedua putranya. Menurutnya, apa yang dikatakan kedua putranya itu memang benar, bahwa merantau dapat memperbaiki kehidupan keluarga mereka, tetapi di satu sisi, umur mereka masih sangat muda.

McLeodGaming

All of sudden, Maloti appeared from the sea with slightly different physical appearance. Her head and trunk was as a normal human, but she had a tail of a fish.

Cerita Rakyat Sulawesi Tengah | Joaquina Ariella Lambang's

Te four basalo then went to the Land of Sea-Sea. In this occasion, they wished they could meet Tanduk Alam for delivering the king’s order. They met at Tanduk ALam’s house. Some small talks happened as the four basalo sent the king’s order. Tanduk Alam and the four basalo then moved to the palace, and met the king.

“Aku tak sanggup lagi tinggal di rumah ini. Suamiku benar-benar tidak mau memaafkan aku lagi,” keluh sang Istri dalam hati.

Pada suatu pagi, sepasang suami-istri bersama ketiga orang anaknya sedang sarapan bersama dengan lauk ikan. Saat itu persediaan lauk ikan cukup banyak, sehingga mereka tidak mampu menghabiskan semua. Usai sarapan, sang Ayah pun bersiap-siap berangkat ke kebun. Sebelum berangkat, ia berpesan kepada istrinya.

Akhirnya, sang Istri pun memutuskan pergi. Pada saat tengah malam, ketika suami dan anak-anaknya sedang tertidur pulas, secara diam-diam ia meninggalkan rumah dan pergi ke laut.

Menjelang sore, pengawal yang diutus ke Bukit Kamiting telah kembali dengan membawa Danun Kaharingan Belom. Ambun segera meneteskan air kehidupan itu ke tulang-tulang adiknya yang sudah terpisah-pisah. Tidak lama kemudian, tulang-tulang itu menyusun diri. Daging dan kulitnya pun kembali seperti semula. Akhirnya Rimbun hidup lagi. Keluarga Ambun kini telah berkumpul kembali.

In the mid of the day, Beddolo went home. He was hungry after working a half of the day. He got his wife to serve him with foods and drinks.

“Just shut up, kids! You don’t need to care about her. She didn’t care of me. All the foods were given to the yesterday, didn’t she? Now eat them all, no need to wait for your mother,”